Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dengan label fiction

Zona Nyaman

Rabu malam. Besok tidak ada kelas . Memang waktu yang tepat untuk menyenangkan diri sendiri bukan? Itulah yang kulakukan . Aku sedang asyik bergelung di dalam selimut sambil terfokus menatap laptop, menonton serial drama favorit ku yang sempat terabaikan beberapa hari yang lalu akibat kuis maupun tugas kuliah yang menumpuk. Sampai suara dering ponsel mengganggu fokus ku . " Kei, kamu ada kalkulator ?" tanya Arka tanpa basa-basi sesaat setelah aku menekan tombol 'jawab'. "Ada. Kenapa?" " Aku pinjam ya." " Untuk ?" " Kamu di rumah kan? Aku ke rumahmu sekarang, ” ucap Arka. Bahkan tidak mengacuhkan pertanyaan ku . Tut... tut... tut... Ah, Arka. Selalu seenaknya. Kuletakkan ponsel dan tatapan ku beralih ke serial drama yang terus berlanjut — bahkan belum sempat ku hentikan. Tak lama, ponsel ku kembali berdering. Ternyata, pesan dari Arka . Kei , aku di depan rumahmu. Tanpa membalas pesan te...

Pertanyaan kepada Kenangan

Situasi yang mengubahnya Ataukah permainan waktu yang membuat situasi berubah? Entahlah, jawabmu Kita dipertemukan di awal September yang ceria Kita direkatkan di penghujung tahun yang penuh suka cita Kita diombang-ambing, terpecah belah tak bersisa Ketika kutanya mengapa Entahlah, jawabmu Kita bersama mengukir asa Kita bersama menoreh luka Kedekatan yang tersimpul begitu cepatnya Benarkah mengakibatkan kita berakhir begitu cepat? Entahlah, jawabmu Masihkah kau mengingatnya? Memori tentang kita bersama Masihkah kau menganggapku ada? Menjadikanku pusat rotasimu satu-satunya Kali ini, sepi yang menjawabku

Salahkah?

Pernah merasa salah? Atau disalahkan? Sebenarnya apa patokan seseorang dinyatakan bersalah? Membenci seseorang, salahkah? Mencintai seseorang, salahkan? Kita bisa membenci seseorang sampai-sampai apa yang dilakukannya selalu terlihat salah di mata kita. Sebaliknya, memuja berlebihan membuat apapun yang dikerjakannya tampak selalu benar. Seperti halnya konsep benci-cinta, tak ada batasan yang pasti untuk mengukur kadar benar-salah. Walaupun terasa salah; Satu hal yang pasti, Aku tak pernah menyesal telah mengenalmu.

Haruskah?

Mendengar dirimu menyebutkan namanya, Hatiku gundah Melihat dirimu menggandeng tangannya, Hatiku rasanya terbelah Bertukar tawa denganmu, Hatiku sumringah Bertukar pesan denganmu, Hatiku kian resah Bisa dekat denganmu, Kuanggap sebagai hadiah Aku tahu ini salah Aku mengaku kalah Haruskah aku menyerah?

Topeng Terkutuk

Dering ponsel mengusik tidurku Ternyata, kau yang menelponku Kaubilang rindu padaku Lalu kau mengajakku bertemu Aku tersenyum miring menanggapi ucapanmu Padahal aku tahu, kau tak melihat itu Kubilang, akupun sama merindukanmu Berpikir sejenak, kuputuskan menyanggupi ajakanmu Padahal sebenarnya tak begitu Aku bahkan nyaris melupakanmu Namun kupikir, asyik juga mempermainkan hatimu Seperti yang pernah kaulakukan padaku, dulu Kita janji bertemu jam satu Di depan toko roti pertama kali kita bercumbu Saat itu, kupastikan kembali mengenakan topeng lugu Agar kau terperosok jatuh ke pelukanku Hingga tak kuasa memalingkan pandanganmu dariku Dan berakhir meninggalkan kekasih barumu Tanpa tahu bahwa kisah kita ini semu Semua tinggal menunggu waktu Kapan aku mulai bosan mempermainkanmu Dan beranjak meninggalkanmu Seperti yang pernah kaulakukan padaku, dulu Topeng ini, rekan setiaku Topeng ini, membantuku membalaskan dendamku Topeng ini, saksi bisu kisahku ...

Ini (Bukan) Perpisahan

Bukan sehari dua hari Bukan seminggu dua minggu Bukan sebulan dua bulan Bahkan bukan setahun dua tahun, kawan Genap tiga tahun… Tiga tahun kita bercengkrama Tiga tahun berbagi suka Tiga tahun berbagi tawa dan canda Genap tiga tahun… Tiga tahun kita bersama Tiga tahun berbagi duka Tiga tahun berbagi luka dan lara Genap tiga tahun, kawan… Manis dan pahitnya hidup, kita telan bersama Hitam dan putihnya hidup, kita hadapi bersama Genap tiga tahun, kawan… Betapa kebersamaan kita terasa begitu cepat Betapa kata perpisahan terasa begitu mencekat Tiga tahun… Tiga tahun bukan waktu yang sebentar Tiga tahun membuatku tersadar Tiap-tiap memori yang berpijar Selalu ada mimpi yang harus kita kejar Janganlah kita sesali Janganlah bersedih hati Nikmatilah semua yang terjadi Simpan memori tiga tahun ini Ingatlah selalu tiga tahun ini Karena kebersamaan ini hakiki Hanya terjadi sekali Takkan terganti Dan takkan terulang kembali Kawan… Seseorang berkata, a...

New Poetry!

Hari ini publish 2 puisi sekaligus hahaha cieeeee sebenernya arsip lama sih, cuma baru sempet dipublish sekarang... Yang pertama temanya friendship, ini akibat mau pisah dari 65 bawaannya jadi melankolis, tapi ini bukan perpisahan ya, sesuai sama judulnya Ini (Bukan) Perpisahan Yang kedua, gatau ini temanya apa gue juga bingung, agak sedikit random mungkin, karena cuma iseng-iseng bikin doang pas lagi bengong, sayang kan kalo dapet ide tapi gak ditulis, jadilah kaya begini Topeng Terkutuk Kalo lagi gak ada kerjaan, iseng atau apa gitu, coba aja dibaca, jangan lupa kasih komentar juga ya :D salam 3 jari buat kita semua :))

Janji di Suatu Pagi

Di suatu pagi, Kamu datang menghampiri 'Tuk menawarkan janji, Menggapai mimpi di tanah tinggi Hari berganti bulan Bulan berganti tahun Janjimu masih saja kusimpan, Di suatu pagi di penghujung tahun Pernah di suatu pagi Kita mengucap janji Bukan, bukan sumpah abadi Hanya janji sederhana, Tentang kita, Berhasil menaklukkan dunia Di suatu pagi, Kembali kugenggam sepi Masihkah kamu ingat janji ini?

IFA

IFA? Apa sih tuh? Pasti kalian ngerasa asing dan bingung di saat bersamaan. Jadi IFA ini singkatan dari Indonesia Fanfiction Awards. Diselenggarain buat mengapresiasikan para author FFN yang udah menghibur para readers *alesan ini karangan gue doang, gue sih nganggepnya emang IFA dibuat untuk itu* Selain itu, IFA bertujuan bikin author jadi lebih semangat buat nulis lagi, biar makin kreatif, produktif, dan bersaing secara sehat. Nah, secara gue itu cuma author amatir yang baru merilis satu karya doang dan itu pun udah lama, mungkin gue gak bakal ngarep nama gue ada daftar nominasi. Kepikiran buat ngarep aja nggak kok, mungkin baru mikir pas sekarang pas nulis ini doang. Jadi, gue berencana jadi suporter buat dukung para senior yang telah coret-gugur mendahului kita-coret maksudnya telah terjun ke dunia fanfic jauh sebelum gue. Tapi masalahnya, yang punya fanfic bagus kan gak cuma seorang, tapi ada berpuluh-puluh orang. Wajar dong gue jadi bimbang #ea Udah gitu, gi lembar nominasi j...

"Halo?" di Tengah Malam

Jawab panggilanku dan kau akan tahu sesuatu. . Drrrtt… drrrtt… “Engghh―siapa sih yang nelpon pagi-pagi buta begini? Ngantuk banget nih,” rutukku pelan. Kuraba-raba sekitarku, mencari si biang keladi yang telah mengganggu lelapnya tidurku. Ah, ketemu. Ternyata ponselku ada tepat di samping bantalku, pantas saja. Kuingatkan diriku agar lain kali aku tidak akan mengaktifkan ponselku saat tidur. Drrrtt ―huh, tak sabaran sekali sih orang yang menelponku ini, “Halo?” puas kau, hah? Sudah kujawab nih panggilanmu. “…,” hening. Grr, ini siapa sih? Nomornya pun aku tidak kenal. Hanya orang isengkah? Kurang ajar sekali! “Halo? Siapa disana? Ada perlu apa ya malam-malam begini?” Sekali lagi hanya keheningan yang menjawab suaraku. Aku mulai kesal. Tanpa pikir panjang lagi aku langsung mengakhiri pembicaraan satu arah―yang dalam hal apapun sama sekali tidak menguntungkanku, malah sebaliknya. Kutengok jam dindingku. Ah―baru jam 1 pagi. Aku memilih melanjutkan tidurku. Kutarik seli...

Fanfic 'Sasuke is Gaara' Sohib Dunia & Akhirat

Ane balik lagiiiiii~~ Seh ya, kok rasanya maruk banget ya gua dateng-dateng langsung ngepost 3 kali. Sabodo lah, ini kan blog gua, ye gak? Penting gak penting yang penting gua mau nulis (?) Kali ini, gua mau share tentang fanfic nih. Gua itu kan addicted banget sama fanfic, khususnya fandom Naruto. Nah, tapi gua itu anti banget sama slash, yaoi, boys love, dan semacamnya lah. Tapi entah gara-gara kesambet atau apa, gua mau coba baca fanfic beraliran yang gua sebut barusan. Judulnya itu 'Sasuke is Gaara'. Awalnya gua pikir itu tentang kisah cinta-cintaannya Sasuke sama Gaara, ternyata... mereka berdua itu ngerebutin Naruto yang notabene di fanfic itu dapet peran jadi cewek. Mereka (red: Sasuke-Gaara) udah sahabatan lama banget, tapi tetep aja dong kalo yang namanya cemburu pasti gak bisa dicegah. Jadilah mereka berdua bersaing. Disini Naruto itu punya sakit gagal jantung, jadi hidupnya udah gak lama lagi. Mereka yang sayang banget sama Naruto akhirnya janji bakal jadi sahaba...