Langsung ke konten utama

"Halo?" di Tengah Malam



Jawab panggilanku dan kau akan tahu sesuatu.
.
Drrrtt… drrrtt…
“Engghh―siapa sih yang nelpon pagi-pagi buta begini? Ngantuk banget nih,” rutukku pelan. Kuraba-raba sekitarku, mencari si biang keladi yang telah mengganggu lelapnya tidurku. Ah, ketemu. Ternyata ponselku ada tepat di samping bantalku, pantas saja. Kuingatkan diriku agar lain kali aku tidak akan mengaktifkan ponselku saat tidur.
Drrrtt―huh, tak sabaran sekali sih orang yang menelponku ini, “Halo?” puas kau, hah? Sudah kujawab nih panggilanmu.
“…,” hening. Grr, ini siapa sih? Nomornya pun aku tidak kenal. Hanya orang isengkah? Kurang ajar sekali! “Halo? Siapa disana? Ada perlu apa ya malam-malam begini?”
Sekali lagi hanya keheningan yang menjawab suaraku. Aku mulai kesal. Tanpa pikir panjang lagi aku langsung mengakhiri pembicaraan satu arah―yang dalam hal apapun sama sekali tidak menguntungkanku, malah sebaliknya.
Kutengok jam dindingku. Ah―baru jam 1 pagi. Aku memilih melanjutkan tidurku. Kutarik selimutku sampai menutupi seluruh badan―yang tanpa sadar kusibakkan ke samping saat mencari ponselku tadi. Posisi yang paling pas untuk kembali tidur sampai tiba-tiba―
Drrrtt… drrrtt…
“Ha―ah, siapa lagi itu?” desahku miris. Oh, ternyata cuma sebuah pesan singkat. Nomor tak kukenal, sepertinya nomor seseorang yang menelponku tadi. Sebaiknya kubaca saja.
KAU AKAN MATI, ANAK KECIL!
E-eh? Apa maksudnya ini? Ada apa sih sebenarnya? Kurasa aku tak melakukan hal buruk hari ini, tapi kenapa orang ini sepertinya benci sekali padaku? Pakai mengancamku segala, lagi. Ah―lebih baik tak usah kupikirkan, paling-paling hanya orang iseng tak punya kerjaan.
Drrrtt… drrrtt…
“Halo?” ucapku agak keras. Masa bodoh dengan tata-krama yang diajarkan ibu, toh orang yang menelponku ini pasti juga tak mengenal tata-krama. Bayangkan saja, menelpon orang pagi buta begini? Dasar sinting-tak-punya-tata-krama!
“Kupastikan kau tak akan bisa berbicara lebih dari itu jika masih saja mencaci-maki diriku,” ucap orang itu. Deg! Tahu dari mana dia aku mencaci-makinya?
“Oh, aku tahu semuanya―semua tentangmu. Semua catatan hidupmu ada padaku, karena―karena kau akan mati sekarang juga! Hahaha.” tawa orang itu―mengerikan sekali. Nada bicaranya dingin dan kejam. Dan tadi―apa dia bilang? Aku akan mati? Sekarang? Tidaakk!!!
Hah… hah… hah…
Kurasakan jantungku berdetak begitu cepat, seakan-seakan habis berlari. Tidak―bahkan sehabis berlari pun jantungku tak akan berdetak secepat ini. Kuedarkan pandanganku ke sekitar―gelap sekali. Kuraba daerah sekitarku. Tanganku membentur sesuatu―ah tampaknya sebuah lampu meja. Lantas kunyalakan saja. Sepertinya ini kamarku―aku pasti baru saja bangun tidur. Mimpi yang tadi… buruk sekali, seperti nyata. Aku benar-benar merasakan itu memang terjadi padaku di dunia nyata. Ah sudahlah, hanya mimpi. Tapi kok―kenapa sepi? Padahal sudah jam 6. Biasanya kan ibu sudah berisik membangunkanku.
Aku pun berniat keluar kamar saja. Cklek. Pintu sudah terbuka. Kulangkahkan kedua kakiku keluar kamar. Namun―dimana ini? Dimana aku sekarang? Mengapa terasa begitu asing di penglihatanku?
Mengapa aku berada di pemakaman dekat rumahku? Dan mengapa semua keluargaku menangis di sebuah gundukan tanah merah yang bernisan―namaku? APA?! NAMAKU?!

Komentar

  1. ja jadi.. di dia udah mati? goodjob~
    malaikat pencabut nyawanya seneng ngegodain orang kali yah-_-V

    BalasHapus
  2. Udah~ jadi yang dia kira mimpi itu ternyata emang bener kejadian sama dia tadi malem.

    Iya, malaikatnya baru punya hp gitu jadi mau coba teror via hp wkwk

    Ide kilat itu war, baru ane buat tadi pagi-_-

    BalasHapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kilas Cepat #SUCI2

Yeay, haloha readerss??? Ada yang baru nih~~~ Hayo apa hayo~~ #ditabok #korbaniklan Oke, oke. Gausah sok unyu alay gitu nih. Jadi, postingan kali ini enakan pake subjek 'gue, saya, atau aku'? Emm kayaknya mending 'gue' aja kali ya biar kesannya santai, abis mau fangirling uwouwoo~~ Siplah, jangan memandang gue dengan tatapan kayak gitu dong, kalo penasaran mah bilang atuh, jadi gue kan bisa mulai sekarang, oke? Okeeeeeee~ Jadi, pada suatu ketika, gue, Finesta Biyantika, siswi yang alhamdulillah naik kelas 12, tiba-tiba terjangkit virus Stand Up Comedy alias Komedi Tunggal yang kadang disingkat jadi Komtung. Gue tau, SUC (disingkat aja ya) itu udah ada dari tahun kemaren, gue denger-denger dari temen gitu, dia suka banget sama SUCI (Stand Up Comedy Indonesia) yang disiarin sama Kompas TV, waktu itu masih season 1 tuh acara. Awalnya, gak tertarik karena di TV gue gak ada Kompas TV hahaha secara itu kan channel baru ya, udah gitu gue males setting ulang TV gue (...

Kenapa Harus KSHE?

Gue mulai nulis ini sekitar jam   setengah 9an. Tadinya agak mager, cuma gue merasa harus nulis ini entah kenapa. Mungkin gue kesetrum atau apa, entahlah. Yang jelas, gue gregetan pengen nulis ini, udah gitu aja, abisan menghantui pikiran gue mulu. Tulisan ini ada setelah hampir seminggu gue dinyatakan lolos SNMPTN dan berhak dapetin salah satu kursi di IPB jurusan Konservasi Sumberdaya Hutan dan Ekowisata. Di satu sisi gue seneng, tapi di satu sisi lainnya, gue ngeri. Gimana ya? Kehutanan gitu loh. Gue cewek gitu loh. Oke, cukup. Gue gatau harus mulai dari mana. Oke oke, pertama kali gue tau jurusan KSHE itu dari novel. Sumpah! Jadi, gue kan suka baca fanfic, nah gue ada kenalan author fanfic yang sekarang beneran jadi novelis, namanya Aditia Yudis, kalau kalian mau tau. Dia lulusan KSHE IPB. Makanya, semenjak gue liat itu tulisan ‘KSHE’, gue jadi kepo, KSHE itu apa? Ngapain? Seru gak? Lulusannya jadi apa? Dan sebagainya. Pada akhirnya gue tetep gak tau sih KSHE itu n...

Tugas bikin frustasi

Hai para bloggeeeeerrrrsssss... ah gua lagi bingung, pusing, frustasi atau apalah gara gara tugas presentasi yang membuat hidup gua jadi kacau haha lebay deh. iya tapi bener loh itu tugas bikin hidup gua jadi ga tenang gara gara mikirin tugaaaaaaaaaaaaaaaaasssss mulu yang ga ada abisnya, tapi mau dikerjain juga bingung mana tugas kelompok lagi gua tuh paling maleeeeeessss yang namanya tugas kelompok soalnya bikin susah apalagi kalo orang orangnya kaga bener haha. JADI gua males bikin tugas tapi dituntut untuk bikin jadinya yah gua terpaksa harus bikin tapi dengan setengah hati dan uring uringan, makanya kawan kawanku semua bantuin gua bikin tugaaaaaaaaassss yaaaa, apalagi tugas AGAMA PRESENTASI HAJI DAN UMROH dan HL PRESENTASI apalah gua lupa pokoknya tentang hotel gitu dah. Nah INTINYA mohon gua dibantu dalam membuat tugas AGAMA terutama karena tugas itu sudah membuat saya pusing dan hampir frustasi, semoga saja saya tidah gila. SO, this is the end and byebye