Rabu malam. Besok tidak ada kelas . Memang waktu yang tepat untuk menyenangkan diri sendiri bukan? Itulah yang kulakukan . Aku sedang asyik bergelung di dalam selimut sambil terfokus menatap laptop, menonton serial drama favorit ku yang sempat terabaikan beberapa hari yang lalu akibat kuis maupun tugas kuliah yang menumpuk. Sampai suara dering ponsel mengganggu fokus ku . " Kei, kamu ada kalkulator ?" tanya Arka tanpa basa-basi sesaat setelah aku menekan tombol 'jawab'. "Ada. Kenapa?" " Aku pinjam ya." " Untuk ?" " Kamu di rumah kan? Aku ke rumahmu sekarang, ” ucap Arka. Bahkan tidak mengacuhkan pertanyaan ku . Tut... tut... tut... Ah, Arka. Selalu seenaknya. Kuletakkan ponsel dan tatapan ku beralih ke serial drama yang terus berlanjut — bahkan belum sempat ku hentikan. Tak lama, ponsel ku kembali berdering. Ternyata, pesan dari Arka . Kei , aku di depan rumahmu. Tanpa membalas pesan te...
Situasi yang mengubahnya Ataukah permainan waktu yang membuat situasi berubah? Entahlah, jawabmu Kita dipertemukan di awal September yang ceria Kita direkatkan di penghujung tahun yang penuh suka cita Kita diombang-ambing, terpecah belah tak bersisa Ketika kutanya mengapa Entahlah, jawabmu Kita bersama mengukir asa Kita bersama menoreh luka Kedekatan yang tersimpul begitu cepatnya Benarkah mengakibatkan kita berakhir begitu cepat? Entahlah, jawabmu Masihkah kau mengingatnya? Memori tentang kita bersama Masihkah kau menganggapku ada? Menjadikanku pusat rotasimu satu-satunya Kali ini, sepi yang menjawabku