Dering ponsel mengusik tidurku
Ternyata, kau yang menelponku
Kaubilang rindu padaku
Lalu kau mengajakku bertemu
Aku tersenyum miring menanggapi
ucapanmu
Padahal aku tahu, kau tak melihat itu
Kubilang, akupun sama merindukanmu
Berpikir sejenak, kuputuskan
menyanggupi ajakanmu
Padahal sebenarnya tak begitu
Aku bahkan nyaris melupakanmu
Namun kupikir, asyik juga
mempermainkan hatimu
Seperti yang pernah kaulakukan
padaku, dulu
Kita janji bertemu jam satu
Di depan toko roti pertama kali kita
bercumbu
Saat itu, kupastikan kembali
mengenakan topeng lugu
Agar kau terperosok jatuh ke
pelukanku
Hingga tak kuasa memalingkan
pandanganmu dariku
Dan berakhir meninggalkan kekasih
barumu
Tanpa tahu bahwa kisah kita ini semu
Semua tinggal menunggu waktu
Kapan aku mulai bosan
mempermainkanmu
Dan beranjak meninggalkanmu
Seperti yang pernah kaulakukan
padaku, dulu
Topeng ini, rekan setiaku
Topeng ini, membantuku membalaskan
dendamku
Topeng ini, saksi bisu kisahku
denganmu
Tak sia-sia aku mencuri topeng sang
malaikat
Komentar
Posting Komentar