Kalau kau bertanya bagaimana keadaanku saat ini, ada baiknya kau perhatikan raut wajahku. Frustasi. Satu kata itu cukup mewakili keadaanku saat ini. Aku tak mengerti dengan semua omong kosong ini. Tak tahukah kau? Di saat kau sangat mengagumi dia, aku sangat tersiksa. berulang kali kukatakan aku benci dia, berulang kali juga kau katakan betapa kau mencintainya. Cih. Benci jadi cinta tak akan ada dalam kamus hidupku untuk masalah satu ini. Aku terlihat begitu bodoh diantara kalian yang mengagungkan dia. Aku kesal. Mengapa takdir begitu kejam kepadaku? Mengapa takdirku begitu buruk? Dasar bodoh. Untunglah, setidaknya aku mencintai karya lain yang tak kalah indahnya dengan dia. Hanya butuh sedikit imajinasi dan... voila! Akhirnya karya perdana yang kugarap beberapa hari terakhir siap diterbitkan. Kesimpulannya, kau bahagia dengan dia, sedang aku nyaman dengan dia yang lain. Perbedaan memang indah bukan?
.
.
.
AN: Ayo tebak siapa 'dia' yang kumaksud~~~ tulisan ini hadir pas banget gua lagi stres baca kertas berisi penuh angka-angka yang bervariasi, membuatku mual. Jadilah curhat versi karangan kaya gini, pasti ga jelas kan? abal kan? lebay kan? itu sudah jadi identitasku, kawan.
Komentar
Posting Komentar