Langsung ke konten utama

Pentingkah Sejarah untuk Kita?

Aku rindu saat-saat di mana pikiranku berkelana menjelajah imajinasi.

Aku rindu saat-saat di mana otakku berputar memilih-milih diksi terindah yang kuketahui.

Aku rindu saat-saat di mana jari-jariku menari lincah di atas tuts keyboard berhiaskan huruf dan angka.

Dan yang terpenting, aku rindu saat-saat seperti ini. Saat-saat di mana mengalir sebuah cerita tentang kita. 

Pagi ini, sebuah pemikiran terlintas di kepalaku. Aku bertanya-tanya―ah bukan, tepatnya aku mempertanyakan pertanyaan orang-orang yang menanyakan mengapa harus belajar sejarah. Menanyakan mengapa harus mengerti sejarah. ‘Pentingkah?’ Begitu komentar mereka.

Maka kuputuskan untuk menuliskan keresahanku di sini. Dulu, akupun mempertanyakan hal tersebut dalam hati. Ah, ya… kubilang dulu karena bisa dibilang sekarang aku mulai menyukai sejarah. Mungkin kamu menganggapku aneh, tak apa, aku menerimanya. Tak ada yang salah dalam rasa suka ‘kan? Seperti… tak ada yang salah bila kamu mengidolakan ketua OSIS sekolahmu yang pintar, kapten basket sekolahmu yang tampan, atau bahkan seseorang yang tak sengaja kamu tabrak di jalanan saat kamu terburu-buru tadi pagi. Tak ada yang salah dengan itu semua.

Ah, sepertinya tulisan ini mulai melenceng. Kembali ke topik awal. Sebagian orang menganggap remeh sejarah. Kenapa kubilang sebagian? Karena di luar sana, masih ada orang seperti aku, dan mungkin kamu, yang menyukai sejarah.

“Ngapain belajar sejarah? Jangan mengungkit-ungkit hal yang udah berlalu, ah.” Begitu kata mereka. Atau ada lagi, “Duh, move on dong, jangan mikirin masa lalu mulu,” canda mereka.

Aku tidak akan mengkritik pemikiran mereka, namun untuk saat ini, akan kuajak kamu melihat sejarah dari sudut yang berbeda.

Perang dunia terjadi 2 kali. Adakah yang ketiga? Bisa saja.

Bangsa Indonesia dijajah Belanda selama ± 3,5 abad lamanya. Akankah kita dijajah lagi? Mungkin saja.

Rezim 32 tahun Soeharto dan tragedi Mei ’98 yang masih membekas sampai sekarang, akankah terulang lagi?

Peristiwa G30S dan kasus pembunuhan alm. Munir yang kontroversial, akankah terungkap kebenarannya?

Orang-orang cenderung melupakan sejarah. Mereka seolah tak peduli akan apa yang terjadi di masa lalu.

Pernahkah terpikirkan oleh kita, sedikit saja terlintas di kepala kita, bagaimana nasib orang tua yang kehilangan anak kesayangan mereka saat si anak pergi berjuang di medan perang?

Bagaimana nasib anak kecil yang terbangun dari tidur pulasnya karena mendengar rontaan kedua orang tuanya yang ditarik paksa anggota berkerah yang menenteng senjata, dikarenakan orang tua si anak kecil dituduh terlibat dengan PKI?

Bagaimana nasib seorang ibu yang mendapati anaknya tewas tertembak peluru aparat keamanan saat berunjuk rasa memprotes Soeharto turun dari kursi pemerintahan?

Ataukah, bagaimana nasib seorang istri yang mendengar kabar suaminya tewas diracun saat perjalanan menuju Amsterdam karena si suami yang seorang penegak HAM dianggap membahayakan Negara?

Pernahkah kita? Ah… aku bahkan merinding menulis ini.

Mungkin kita ini jenis homo sapiens yang cenderung egois. Asalkan kita bahagia, asalkan hidup kita tak kurang suatu apapun, kita cenderung menutup mata. Out of topic? Tidak, tidak. Percayalah hal-hal tadi saling berkesinambungan. Agak memaksa? Kurasa tidak.

Karena dengan memahami hal-hal tadi, akupun merasa mulai menyukai sejarah. Rasa tertarik itu muncul, secara perlahan, merasuk ke jiwa.

Bung Karno pernah berbicara dalam pidatonya. ‘JAS MERAH’ alias jangan sekali-kali melupakan sejarah.

Karena…

Dengan mempelajari masa lalu, kamu akan menemukan suatu kebenaran.

Dengan mempelajari masa lalu, kamu bisa membenahi masa kini dan merancang masa depan.

Dengan mempelajari masa lalu, kamu bisa mengubah dunia.

Dan, dengan mempelajari masa lalu, kamu bisa memastikan tak akan ada lagi perperangan, perpecahan, penjajahan, dan penindasan. Hingga akhirnya hanya ada aku, kamu, kita yang cinta damai. Setujukah kamu? Kuharap begitu.

In the end, may the odd be ever in our favor :)

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kenapa Harus KSHE?

Gue mulai nulis ini sekitar jam   setengah 9an. Tadinya agak mager, cuma gue merasa harus nulis ini entah kenapa. Mungkin gue kesetrum atau apa, entahlah. Yang jelas, gue gregetan pengen nulis ini, udah gitu aja, abisan menghantui pikiran gue mulu. Tulisan ini ada setelah hampir seminggu gue dinyatakan lolos SNMPTN dan berhak dapetin salah satu kursi di IPB jurusan Konservasi Sumberdaya Hutan dan Ekowisata. Di satu sisi gue seneng, tapi di satu sisi lainnya, gue ngeri. Gimana ya? Kehutanan gitu loh. Gue cewek gitu loh. Oke, cukup. Gue gatau harus mulai dari mana. Oke oke, pertama kali gue tau jurusan KSHE itu dari novel. Sumpah! Jadi, gue kan suka baca fanfic, nah gue ada kenalan author fanfic yang sekarang beneran jadi novelis, namanya Aditia Yudis, kalau kalian mau tau. Dia lulusan KSHE IPB. Makanya, semenjak gue liat itu tulisan ‘KSHE’, gue jadi kepo, KSHE itu apa? Ngapain? Seru gak? Lulusannya jadi apa? Dan sebagainya. Pada akhirnya gue tetep gak tau sih KSHE itu n...

Kilas Cepat #SUCI2

Yeay, haloha readerss??? Ada yang baru nih~~~ Hayo apa hayo~~ #ditabok #korbaniklan Oke, oke. Gausah sok unyu alay gitu nih. Jadi, postingan kali ini enakan pake subjek 'gue, saya, atau aku'? Emm kayaknya mending 'gue' aja kali ya biar kesannya santai, abis mau fangirling uwouwoo~~ Siplah, jangan memandang gue dengan tatapan kayak gitu dong, kalo penasaran mah bilang atuh, jadi gue kan bisa mulai sekarang, oke? Okeeeeeee~ Jadi, pada suatu ketika, gue, Finesta Biyantika, siswi yang alhamdulillah naik kelas 12, tiba-tiba terjangkit virus Stand Up Comedy alias Komedi Tunggal yang kadang disingkat jadi Komtung. Gue tau, SUC (disingkat aja ya) itu udah ada dari tahun kemaren, gue denger-denger dari temen gitu, dia suka banget sama SUCI (Stand Up Comedy Indonesia) yang disiarin sama Kompas TV, waktu itu masih season 1 tuh acara. Awalnya, gak tertarik karena di TV gue gak ada Kompas TV hahaha secara itu kan channel baru ya, udah gitu gue males setting ulang TV gue (...

Hari yang Ribet

Huh, hari ini malesin banget, rencananya hari ini gua mau pergi ke Cipulir haha katanya sih mau ke rumah temen nyokap gua sekalian belanja. jadi paginya gua mandi karena mau berangkat jam 10, eh ternyata tukang Telkom mau dateng ke rumah gua gara gara telpon gua rada rada ga beres, yaudah tuh jam setengah sepuluh dia dateng dan ngebenerin telpon gua, ternyata setelah diperiksa yang bikin telpon gua rada ga beres itu adalah karena kabel telpon yang diluar itu kena layangan jadi rada rusak gitu, ya ampun jadi dari dulu telpon gua ga beres cuma gara gara itu, payah deh. yaudah abis gitu kita siap siap buat berangkat, eh ternyata adek gua sms kalo dia udah pulang dan itu sms dari setengah jam yang lalu, jadilah kita bingung mana adek gua sms pake hp temennya ya udah deh akhirnya nyokap gua berangkat duluan bareng adek gua yang satunya lagi naek angkot haha dan nungguin gua di pojok, ciledug, sedangkan gua dirumah dulu nunggu adek gua nelpon. Trus gua nunggu sambil nonton tv, eh t...