Langsung ke konten utama

Postingan

Topeng Terkutuk

Dering ponsel mengusik tidurku Ternyata, kau yang menelponku Kaubilang rindu padaku Lalu kau mengajakku bertemu Aku tersenyum miring menanggapi ucapanmu Padahal aku tahu, kau tak melihat itu Kubilang, akupun sama merindukanmu Berpikir sejenak, kuputuskan menyanggupi ajakanmu Padahal sebenarnya tak begitu Aku bahkan nyaris melupakanmu Namun kupikir, asyik juga mempermainkan hatimu Seperti yang pernah kaulakukan padaku, dulu Kita janji bertemu jam satu Di depan toko roti pertama kali kita bercumbu Saat itu, kupastikan kembali mengenakan topeng lugu Agar kau terperosok jatuh ke pelukanku Hingga tak kuasa memalingkan pandanganmu dariku Dan berakhir meninggalkan kekasih barumu Tanpa tahu bahwa kisah kita ini semu Semua tinggal menunggu waktu Kapan aku mulai bosan mempermainkanmu Dan beranjak meninggalkanmu Seperti yang pernah kaulakukan padaku, dulu Topeng ini, rekan setiaku Topeng ini, membantuku membalaskan dendamku Topeng ini, saksi bisu kisahku ...

Ini (Bukan) Perpisahan

Bukan sehari dua hari Bukan seminggu dua minggu Bukan sebulan dua bulan Bahkan bukan setahun dua tahun, kawan Genap tiga tahun… Tiga tahun kita bercengkrama Tiga tahun berbagi suka Tiga tahun berbagi tawa dan canda Genap tiga tahun… Tiga tahun kita bersama Tiga tahun berbagi duka Tiga tahun berbagi luka dan lara Genap tiga tahun, kawan… Manis dan pahitnya hidup, kita telan bersama Hitam dan putihnya hidup, kita hadapi bersama Genap tiga tahun, kawan… Betapa kebersamaan kita terasa begitu cepat Betapa kata perpisahan terasa begitu mencekat Tiga tahun… Tiga tahun bukan waktu yang sebentar Tiga tahun membuatku tersadar Tiap-tiap memori yang berpijar Selalu ada mimpi yang harus kita kejar Janganlah kita sesali Janganlah bersedih hati Nikmatilah semua yang terjadi Simpan memori tiga tahun ini Ingatlah selalu tiga tahun ini Karena kebersamaan ini hakiki Hanya terjadi sekali Takkan terganti Dan takkan terulang kembali Kawan… Seseorang berkata, a...

New Poetry!

Hari ini publish 2 puisi sekaligus hahaha cieeeee sebenernya arsip lama sih, cuma baru sempet dipublish sekarang... Yang pertama temanya friendship, ini akibat mau pisah dari 65 bawaannya jadi melankolis, tapi ini bukan perpisahan ya, sesuai sama judulnya Ini (Bukan) Perpisahan Yang kedua, gatau ini temanya apa gue juga bingung, agak sedikit random mungkin, karena cuma iseng-iseng bikin doang pas lagi bengong, sayang kan kalo dapet ide tapi gak ditulis, jadilah kaya begini Topeng Terkutuk Kalo lagi gak ada kerjaan, iseng atau apa gitu, coba aja dibaca, jangan lupa kasih komentar juga ya :D salam 3 jari buat kita semua :))

Gue itu...

Setiap temen nyokap abis bertamu ke rumah, nyokap selalu ngebanding-bandingin gue sama anak-anak mereka. Mereka lebih rajin, katanya. Apalagi kalo anaknya cowok, nyokap makin getol menyudutkan gue. "Padahal mereka cowok loh, tapi rajin bantuin ibunya." Begitu nyokap gue berkata. Mau mengelak ataupun membela diri, tapi memang benar adanya. Akhirnya, gue hanya tertawa. Bukan tawa sinis, apalagi tawa kesal. Bukan, bukan. Hanya menertawakan perbincangan gue dan nyokap gue. Gue males dan itulah gue XD

Pentingkah Sejarah untuk Kita?

Aku rindu saat-saat di mana pikiranku berkelana menjelajah imajinasi. Aku rindu saat-saat di mana otakku berputar memilih-milih diksi terindah yang kuketahui. Aku rindu saat-saat di mana jari-jariku menari lincah di atas tuts keyboard berhiaskan huruf dan angka. Dan yang terpenting, aku rindu saat-saat seperti ini. Saat-saat di mana mengalir sebuah cerita tentang kita.  Pagi ini, sebuah pemikiran terlintas di kepalaku. Aku bertanya-tanya―ah bukan, tepatnya aku mempertanyakan pertanyaan orang-orang yang menanyakan mengapa harus belajar sejarah. Menanyakan mengapa harus mengerti sejarah. ‘Pentingkah?’ Begitu komentar mereka. Maka kuputuskan untuk menuliskan keresahanku di sini. Dulu, akupun mempertanyakan hal tersebut dalam hati. Ah, ya… kubilang dulu karena bisa dibilang sekarang aku mulai menyukai sejarah. Mungkin kamu menganggapku aneh, tak apa, aku menerimanya. Tak ada yang salah dalam rasa suka ‘kan? Seperti… tak ada yang salah bila kamu mengidolakan ketua...

Janji di Suatu Pagi

Di suatu pagi, Kamu datang menghampiri 'Tuk menawarkan janji, Menggapai mimpi di tanah tinggi Hari berganti bulan Bulan berganti tahun Janjimu masih saja kusimpan, Di suatu pagi di penghujung tahun Pernah di suatu pagi Kita mengucap janji Bukan, bukan sumpah abadi Hanya janji sederhana, Tentang kita, Berhasil menaklukkan dunia Di suatu pagi, Kembali kugenggam sepi Masihkah kamu ingat janji ini?

Kilas Cepat #SUCI2

Yeay, haloha readerss??? Ada yang baru nih~~~ Hayo apa hayo~~ #ditabok #korbaniklan Oke, oke. Gausah sok unyu alay gitu nih. Jadi, postingan kali ini enakan pake subjek 'gue, saya, atau aku'? Emm kayaknya mending 'gue' aja kali ya biar kesannya santai, abis mau fangirling uwouwoo~~ Siplah, jangan memandang gue dengan tatapan kayak gitu dong, kalo penasaran mah bilang atuh, jadi gue kan bisa mulai sekarang, oke? Okeeeeeee~ Jadi, pada suatu ketika, gue, Finesta Biyantika, siswi yang alhamdulillah naik kelas 12, tiba-tiba terjangkit virus Stand Up Comedy alias Komedi Tunggal yang kadang disingkat jadi Komtung. Gue tau, SUC (disingkat aja ya) itu udah ada dari tahun kemaren, gue denger-denger dari temen gitu, dia suka banget sama SUCI (Stand Up Comedy Indonesia) yang disiarin sama Kompas TV, waktu itu masih season 1 tuh acara. Awalnya, gak tertarik karena di TV gue gak ada Kompas TV hahaha secara itu kan channel baru ya, udah gitu gue males setting ulang TV gue (...

Sebuah Pemikiran Penuh Kebimbangan

Hey ho! Kembali lagi dengan tulisan gue yang....... yah, mungkin aja kalian kangenin *ehem* maafkan gue yang emang jarang ngepost, abisan rasa males suka mengalahkan gue dalam hal apapun sih, makanya sekadar ngepost aja males. Oke ya, gue gatau kenapa postingan kali ini gue pengen ngebahas tema yang sedikit-rada-hampir-mendekati serius. Sumpah, gue bukannya mau sok serius atau apa, tapi ya gue mau mencoba buat serius, gue kan mau kaya superstar~ (ditimpuk massa) Gini ya, sekarang kan gue udah kelas 11, bentar lagi mau jadi senior alias kelas 12 (semoga naik kelas, amin amin) Nah dari sekarang ini gue udah mikir ntar selepas lulus gue mau apa? kuliah? atau kerja? maunya kuliah dulu kali ya. tapi terus bimbang lagi, mau kuliah jurusan apa lu? oke, gue ini kan termasuk anak yang gak punya bakat di bidang apapun, misal kaya macem nyanyi, nari, main musik, gambar, atau sekedar main bola dkk, itu gue ga ada yang bisa. Pelajaran pun sama aja, yang berbau eksak macem mtk, fisika, kimi...

1... 2... 3... Hallo!

*liat-liat posting sebelumnya* Blah. Udah berapa abad saya gak posting di blog? ckck. Maafkan (calon) author yang satu ini~ Sebenernya saya juga gatau ya mau ngetik apa-_- ini juga ngebuka blog gak sengaja-_- jadi kalo ada yang mengharapkan lebih... jangan harap! Jadi... Pertama... 65 udah balik ke peradaban, kita gak numpang lagi. 65 makin kece, saking kecenya anak-anak malah ngerasa tersiksa. Mulai dari cctv, absen sensor + absen kartu pengenal (baru dipake taun depan) sampe meja-kursi baru yang berwarna putih-biru yang membuat siswa gak bisa bikin contekan di meja lagi (miris). Positifnya, ya 65 makin kece! Sekarang ada lab bahasa, proyektor tiap kelas, dan gak tanggung-tanggung, ada 2 speaker di kelas! Ini sekolahan apa stasiun, eh?! Kedua... Beberapa bulan terakhir, bahkan beberapa hari terakhir, saya dan kawan-kawan disibukkan sama tugas Maha Dahsyat bernama *jeng-jeng* KARYA ILMIAH! Nah, jadi kita sibuk banget ddeh, mulai dari beli buku sumber, bikin angket,...

Tanpa Sadar

Gak terasa minggu depan udah UAS. Gak terasa bentar lagi bakal semester 2. Gak terasa bentar lagi gedung 65 selesai dibangun. Gak terasa udah ± 6 bulan jadi penghuni XI IPA 1. Gak terasa udah lewat ± 500 hari sejak pertama kali ketemu kamu, pangeranku :') Kenapa waktu bergulir cepat sekali, kawan? Gak gak gak kuaat~