Langsung ke konten utama

Postingan

Me and My Stupidity

Waaaaaa~ Aku bebas~ UAS selesai~ Yeay! Sorak-sorak bergembira, bergembira semua~ (?) Oh iya dong pasti kita semua pada gembira, ye gak buds? Hem tapi sekarang gua lagi males ngomongin tentang segala urusan sekolah jadi kalian gak bakal boring ngebaca (red: ngedengerin) celotehan alias keluh-kesah gua yang tiada habisnya tentang sekolah, It's time for happiness~~~ Jadi ya tuh malem ini gua girang teramat sangat (lebe) gegara gua bisa masukin lagu ke blog-_- please yang mau ketawa jangan di depan gua ya, malu woy gua! Ya begitulah, singkatnya setelah bertanya-tanya sama dina dan meirna —thanks for both of you, guys — terus coba-coba menurut insting dan kesotoyan gua, akhirnya tuh lagu bisa muncul di blog gua wahahaha jelas bangga dong, berarti usaha penuh kebodohan gua gak sia-sia. Oke gua sadar kok gua itu agak ehem norak-_- itu kan wajaaar *gak terima* udah gitu pake diposting lagi kan, kurang kerjaan banget coba ckck. Biarin lah untuk memuaskan rasa kegembiraan gua yang m...

Fanfic 'Sasuke is Gaara' Sohib Dunia & Akhirat

Ane balik lagiiiiii~~ Seh ya, kok rasanya maruk banget ya gua dateng-dateng langsung ngepost 3 kali. Sabodo lah, ini kan blog gua, ye gak? Penting gak penting yang penting gua mau nulis (?) Kali ini, gua mau share tentang fanfic nih. Gua itu kan addicted banget sama fanfic, khususnya fandom Naruto. Nah, tapi gua itu anti banget sama slash, yaoi, boys love, dan semacamnya lah. Tapi entah gara-gara kesambet atau apa, gua mau coba baca fanfic beraliran yang gua sebut barusan. Judulnya itu 'Sasuke is Gaara'. Awalnya gua pikir itu tentang kisah cinta-cintaannya Sasuke sama Gaara, ternyata... mereka berdua itu ngerebutin Naruto yang notabene di fanfic itu dapet peran jadi cewek. Mereka (red: Sasuke-Gaara) udah sahabatan lama banget, tapi tetep aja dong kalo yang namanya cemburu pasti gak bisa dicegah. Jadilah mereka berdua bersaing. Disini Naruto itu punya sakit gagal jantung, jadi hidupnya udah gak lama lagi. Mereka yang sayang banget sama Naruto akhirnya janji bakal jadi sahaba...

Si Biru

Tajam. Dingin. Namun hanya kaulah yang membuatku hangat. Aneh memang. Setiap jari-jariku bersentuhan denganmu, kurasakan emosi lain yang bergejolak di jiwaku. Berlebihan memang, tapi memang begitulah adanya. Kalian sering mencemoohku. Freak, itulah kata yang sering keluar dari bibir kalian saat mengomentariku. Kalian hanya tak tahu. Kalian juga takkan mengerti rasa ini. Aku seolah mendapat energi berlebih saat kau ada. Kepercayaan diriku bertambah seiring kau yang senantiasa tak jauh dariku. Mungkin aku bisa depresi apabila kau benar-benar menghilang dari hidupku. Pernah suatu kali kau hampir hilang, aku panik, otakku seakan tak bisa bekerja-sama lagi denganku. Jiwaku seakan terbang jauh entah kemana, meninggalkanku sendiri dengan rasa penuh sesal karena tak mampu menjagamu. Bahkan aku hampir menangis, sungguh cengeng. Tetapi... jujur kukatakan, aku sungguh merasa kehilangan. Kau bagaikan suatu bagian penting dalam hidupku. Disini, di dadaku, rasanya hampa saat kau tak ada. Aku terlanj...

Bahasan UAS. Besok Libur~ YEAY!

GYAAAY! Ane kembali dengan postingan ane ahahha. Tumben bener nih gua ngepost mulu. Padahal masih masa-masa UAS nih. Pada kaget kan? Bingung kan? Tenang-tenang, itu semua karena... besok itu libuuuuuuurrrrr!!!! yeay~ Senangnya hatiku, turun panas demamku~ Aduh mulai ngaco nih gua. Sebelumnya, mari kita review gimana UAS tadi. Pas nyampe sekolah gua malah heboh karna ga punya pensil dan akhirnya minjem, duh ada-ada aja. Sempet kaget juga ternyata istirahat cuma sekali, so abis agama langsung lanjut bahasa, padahal belom belajar euy. Pas agama, lumayan lah soalnya hampir semuanya gampang, paling cuma beberapa nomer yang rada ragu pas mau ngejawab. Pas bahasa, waduh itu soal ulangan dikeluarin lagi dah, tau aja kalo itu soal dewa banget, untunglah 25 soal ke bawah lumayan menghibur dengan segala majas yang udah jadi temen sehari-hari gua *belaga* Pas bahasa juga waktunya 90 menit, gua sampe ngantuk karena setengah jam gua udah kelar *makin belaga* Akhirnya karna iseng, gua ma...

Edisi menyambut UAS

KYAAAAAA!!!! Gua posting lagi nih wahaha, akhir-akhir ini kayaknya jadi sering ngepost deh, gara-gara kebanyakan libur kali ya. Maklum baru kali ini rasanya 65 baik banget ngasih libur mulu. TAPIIII... walaupun sekarang gua libur, besok itu udah mulai UAS waaaa *panik* jadi hari libur ini gua malah berkutat dengan buku-buku penuh angka tulisan dari berbagai macam bahasa hem bahasa alien juga ada kali tuh, ga ada yang gua ngerti sih zzz... Besok itu jadwalnya pertama Agama Islam. Hem lumayan selau, maklum palingan yang susah itu yang bahasa arab + hapalan dalil dan segala macemnya. Kedua, ada Bahasa Indonesia. Yang ini sih ya bisa dibilang selau, maklum juga gua rada-seneng sama ini pelajaran. Thanks alot to fanfics~ tanpa kalian dan para author sekalian, mungkin gua masih bego banget sama yang namanya bahasa *nostalgia masa-masa SMP*. Oh iya, ada niat juga sih ga usah belajar bahasa, tapi ya paling gua baca-baca dikit, gua ga mau kena karma lah sok-sokan ga belajar ternyata besok i...

Muak

Lemah. Tak berdaya. Itulah aku. Aku benci saat-saat dimana diriku tak kuasa menolak permintaan kalian. Aku lelah mendengarkan kata-kata yang terlontar dari bibir kalian itu. Aku tak tahan dengan tatapan memaksa milik kalian, membuatku mau-tak-mau menuruti keinginan kalian. Aku berusaha membantu kalian. Namun, apa balasan kalian? Ucapan terima kasih pun tak kudapatkan. Hatiku sakit, asal kalian tahu. Awalnya aku maklum, mencoba bersabar dengan semua tingkah laku kalian itu. Tetapi kali ini, rasanya semua kesabaranku habis, lenyap terbawa angin. Aku muak. Ingin rasanya aku mendamprat kalian. Berteriak, mencaci-maki, meluapkan semua kekesalan yang kusimpan sekian lama terhadap kalian. Namun... sekali lagi, aku hanya bisa menyimpan rasa kesal ini sendirian. Aku terlalu takut. Aku hanyalah seorang gadis lemah diantara sekelompok manusia congkak dan sok berkuasa yang tak tahu apa itu terima kasih. Sekelompok manusia yang menutupi sikap busuknya dengan topeng polos bak bidadari. Cih, kalian ...

Perbedaan

Kalau kau bertanya bagaimana keadaanku saat ini, ada baiknya kau perhatikan raut wajahku. Frustasi. Satu kata itu cukup mewakili keadaanku saat ini. Aku tak mengerti dengan semua omong kosong ini. Tak tahukah kau? Di saat kau sangat mengagumi dia, aku sangat tersiksa. berulang kali kukatakan aku benci dia, berulang kali juga kau katakan betapa kau mencintainya. Cih. Benci jadi cinta tak akan ada dalam kamus hidupku untuk masalah satu ini. Aku terlihat begitu bodoh diantara kalian yang mengagungkan dia. Aku kesal. Mengapa takdir begitu kejam kepadaku? Mengapa takdirku begitu buruk? Dasar bodoh. Untunglah, setidaknya aku mencintai karya lain yang tak kalah indahnya dengan dia. Hanya butuh sedikit imajinasi dan... voila! Akhirnya karya perdana yang kugarap beberapa hari terakhir siap diterbitkan. Kesimpulannya, kau bahagia dengan dia, sedang aku nyaman dengan dia yang lain. Perbedaan memang indah bukan? . . . AN: Ayo tebak siapa 'dia' yang kumaksud~~~ tulisan ini hadir pa...

(Bukan) Aku

Aku bukanlah ahli farmasi yang bisa meracik obat dan menjadi penawar sakitmu. Aku bukan pula ahli geografi yang dengan senang hati menceritakan satu-persatu daerah langka yang terdapat di muka bumi ini untukmu, aku bahkan tak tahu apa itu daerah langka. Dan juga, aku bukanlah ahli sastra yang mampu membuatkanmu rangkaian kata-kata indah nan puitis tiap waktunya. Bermain musik pun aku tak bisa, sekumpulan not balok yang digoreskanmu pun aku tak mengerti, aku bukanlah ahli seni sepertimu. Aku hanyalah aku. Seorang pemuda lusuh yang terjerat cintamu. Kau begitu indah. Begitu langka. Begitu jauh... betapa aku bahkan tak sanggup menggapaimu. . . . AN: Dengan kepedean tingkat tinggi, gua mempublish ketikan hasil imajinasi sesaat gua yang... lebaynya gak ketulungan, udah lah pasrah aja gua, ketawa ngakak boleh lah, caci maki juga boleh. Ini terjadi cuma gara-gara galau kelas jurusan, hem-_- sekian.

Nothing

Berdua. Saat ini aku duduk di bangku taman berdua denganmu. Berbagi kisah sedih maupun senang. Berbagi canda dan tawa. Tak terasa aku menitikkan air mata akibat terlalu banyak tertawa. Aku sadar. Hanya denganmu aku bisa tertawa selepas ini. Menumpahkan segala rasa yang tercipta saat bersamamu. Air mataku menetes semakin deras, membasahi wajahku. Tanpa sadar, air mata bahagiaku tadi telah berubah menjadi air mata kesedihan. Kau yang duduk disampingku menyadarinya. Panik, kau menghapus air mataku dan bertanya ada apa. Namun aku hanya menggeleng lemah seraya menaikkan salah satu sudut bibirku—mencoba tersenyum. Kau pasti menyadari aku terpaksa melakukan itu—tersenyum padamu. Tetapi kau memilih untuk diam, tidak bertanya lebih lanjut. Keheningan menyelimuti kita. Betapa cepat suasana berganti. Beberapa saat yang lalu kita masih tertawa bersama dan sekarang—kalian pasti paham maksudku. Dalam keheningan ini aku berharap mimpiku semalam menjadi kenyataan. Kau… pemuda yang berarti bagiku, men...

Mustahil

Diam. Aku hanya bisa duduk terdiam. Dari sini, aku bisa melihat sosokmu yang sedang berbicara dengan seseorang yang tak kukenal. Suatu kali, inginku menyapamu, mengenalmu lebih jauh. Namun ku tak bisa. Aku terlalu takut. Cih, pengecut—kalian pasti berpikir begitu bukan? Aku hanya tak ingin dicap sebagai anak-sok-dekat olehmu. Aku hanya memandangmu dari kejauhan sembari menghela napas pasrah saat sosokmu berlalu begitu saja. Aku bagaikan pungguk merindukan bulan. Berharap suatu saat kau menyadari keberadaanku dan tersenyum menyapaku. Satu kata, mustahil. Kadang ku bertanya-tanya, apakah maksud Tuhan mempertemukan aku denganmu?