Langsung ke konten utama

Postingan

Edisi menyambut UAS

KYAAAAAA!!!! Gua posting lagi nih wahaha, akhir-akhir ini kayaknya jadi sering ngepost deh, gara-gara kebanyakan libur kali ya. Maklum baru kali ini rasanya 65 baik banget ngasih libur mulu. TAPIIII... walaupun sekarang gua libur, besok itu udah mulai UAS waaaa *panik* jadi hari libur ini gua malah berkutat dengan buku-buku penuh angka tulisan dari berbagai macam bahasa hem bahasa alien juga ada kali tuh, ga ada yang gua ngerti sih zzz... Besok itu jadwalnya pertama Agama Islam. Hem lumayan selau, maklum palingan yang susah itu yang bahasa arab + hapalan dalil dan segala macemnya. Kedua, ada Bahasa Indonesia. Yang ini sih ya bisa dibilang selau, maklum juga gua rada-seneng sama ini pelajaran. Thanks alot to fanfics~ tanpa kalian dan para author sekalian, mungkin gua masih bego banget sama yang namanya bahasa *nostalgia masa-masa SMP*. Oh iya, ada niat juga sih ga usah belajar bahasa, tapi ya paling gua baca-baca dikit, gua ga mau kena karma lah sok-sokan ga belajar ternyata besok i...

Muak

Lemah. Tak berdaya. Itulah aku. Aku benci saat-saat dimana diriku tak kuasa menolak permintaan kalian. Aku lelah mendengarkan kata-kata yang terlontar dari bibir kalian itu. Aku tak tahan dengan tatapan memaksa milik kalian, membuatku mau-tak-mau menuruti keinginan kalian. Aku berusaha membantu kalian. Namun, apa balasan kalian? Ucapan terima kasih pun tak kudapatkan. Hatiku sakit, asal kalian tahu. Awalnya aku maklum, mencoba bersabar dengan semua tingkah laku kalian itu. Tetapi kali ini, rasanya semua kesabaranku habis, lenyap terbawa angin. Aku muak. Ingin rasanya aku mendamprat kalian. Berteriak, mencaci-maki, meluapkan semua kekesalan yang kusimpan sekian lama terhadap kalian. Namun... sekali lagi, aku hanya bisa menyimpan rasa kesal ini sendirian. Aku terlalu takut. Aku hanyalah seorang gadis lemah diantara sekelompok manusia congkak dan sok berkuasa yang tak tahu apa itu terima kasih. Sekelompok manusia yang menutupi sikap busuknya dengan topeng polos bak bidadari. Cih, kalian ...

Perbedaan

Kalau kau bertanya bagaimana keadaanku saat ini, ada baiknya kau perhatikan raut wajahku. Frustasi. Satu kata itu cukup mewakili keadaanku saat ini. Aku tak mengerti dengan semua omong kosong ini. Tak tahukah kau? Di saat kau sangat mengagumi dia, aku sangat tersiksa. berulang kali kukatakan aku benci dia, berulang kali juga kau katakan betapa kau mencintainya. Cih. Benci jadi cinta tak akan ada dalam kamus hidupku untuk masalah satu ini. Aku terlihat begitu bodoh diantara kalian yang mengagungkan dia. Aku kesal. Mengapa takdir begitu kejam kepadaku? Mengapa takdirku begitu buruk? Dasar bodoh. Untunglah, setidaknya aku mencintai karya lain yang tak kalah indahnya dengan dia. Hanya butuh sedikit imajinasi dan... voila! Akhirnya karya perdana yang kugarap beberapa hari terakhir siap diterbitkan. Kesimpulannya, kau bahagia dengan dia, sedang aku nyaman dengan dia yang lain. Perbedaan memang indah bukan? . . . AN: Ayo tebak siapa 'dia' yang kumaksud~~~ tulisan ini hadir pa...

(Bukan) Aku

Aku bukanlah ahli farmasi yang bisa meracik obat dan menjadi penawar sakitmu. Aku bukan pula ahli geografi yang dengan senang hati menceritakan satu-persatu daerah langka yang terdapat di muka bumi ini untukmu, aku bahkan tak tahu apa itu daerah langka. Dan juga, aku bukanlah ahli sastra yang mampu membuatkanmu rangkaian kata-kata indah nan puitis tiap waktunya. Bermain musik pun aku tak bisa, sekumpulan not balok yang digoreskanmu pun aku tak mengerti, aku bukanlah ahli seni sepertimu. Aku hanyalah aku. Seorang pemuda lusuh yang terjerat cintamu. Kau begitu indah. Begitu langka. Begitu jauh... betapa aku bahkan tak sanggup menggapaimu. . . . AN: Dengan kepedean tingkat tinggi, gua mempublish ketikan hasil imajinasi sesaat gua yang... lebaynya gak ketulungan, udah lah pasrah aja gua, ketawa ngakak boleh lah, caci maki juga boleh. Ini terjadi cuma gara-gara galau kelas jurusan, hem-_- sekian.

Nothing

Berdua. Saat ini aku duduk di bangku taman berdua denganmu. Berbagi kisah sedih maupun senang. Berbagi canda dan tawa. Tak terasa aku menitikkan air mata akibat terlalu banyak tertawa. Aku sadar. Hanya denganmu aku bisa tertawa selepas ini. Menumpahkan segala rasa yang tercipta saat bersamamu. Air mataku menetes semakin deras, membasahi wajahku. Tanpa sadar, air mata bahagiaku tadi telah berubah menjadi air mata kesedihan. Kau yang duduk disampingku menyadarinya. Panik, kau menghapus air mataku dan bertanya ada apa. Namun aku hanya menggeleng lemah seraya menaikkan salah satu sudut bibirku—mencoba tersenyum. Kau pasti menyadari aku terpaksa melakukan itu—tersenyum padamu. Tetapi kau memilih untuk diam, tidak bertanya lebih lanjut. Keheningan menyelimuti kita. Betapa cepat suasana berganti. Beberapa saat yang lalu kita masih tertawa bersama dan sekarang—kalian pasti paham maksudku. Dalam keheningan ini aku berharap mimpiku semalam menjadi kenyataan. Kau… pemuda yang berarti bagiku, men...

Mustahil

Diam. Aku hanya bisa duduk terdiam. Dari sini, aku bisa melihat sosokmu yang sedang berbicara dengan seseorang yang tak kukenal. Suatu kali, inginku menyapamu, mengenalmu lebih jauh. Namun ku tak bisa. Aku terlalu takut. Cih, pengecut—kalian pasti berpikir begitu bukan? Aku hanya tak ingin dicap sebagai anak-sok-dekat olehmu. Aku hanya memandangmu dari kejauhan sembari menghela napas pasrah saat sosokmu berlalu begitu saja. Aku bagaikan pungguk merindukan bulan. Berharap suatu saat kau menyadari keberadaanku dan tersenyum menyapaku. Satu kata, mustahil. Kadang ku bertanya-tanya, apakah maksud Tuhan mempertemukan aku denganmu?

New Orific!

Gyaaaa~ gue buat orific juga akhirnya. Ini orific pertama gue, tapi oneshot. Gue ngerjain ini ya... hampir 2 hari 2 malem lah, sampe begadang tengah malem wkwk. Pertamanya mau gak dilanjutin, tapi sayang. Soalnya, ini birthday fic buat FARAH! Yeah, idenya juga dateng tiba-tiba, jadi sori far kalo abal, lebay, dan jelek gimana gitu. Kalo ada yang mau baca klik link ini --> Your Gift Jangan lupa, Read and Review!

First Fanfic!

Hello minna~ Beberapa saat yang lalu gue baru aja publish fanfic buatan gue. And-You-Know-What? Ini adalah fanfic pertama yang gue publish. Pernah sih beberapa kali buat, tapi gak pernah selesai, keburu stres mikirin endingnya. Akhirnya setelah sering kali dipaksa Meir buat publish fanfic, jadilah gue hari ini resmi sebagai author di fanfiction.net hahha. So... RnR fanfic gue dong~ Ini linknya » THIS AUTUMN

Curcol suram

Di malam yang sepi ini, gue ngepost lagi, aha. Cuma mau curcol tentang gua yang gampang banget lupa, meen itu nyakitin hati. Kan gak enak juga kalo sesuatu yang harusnya diinget malah hilang dari peredaran ingatan gua. And then, What should I do? Minta tolong doraemon lalala *mimpi*. Pantes aja gua gak pinter-pinter, lah cepet banget lupanya-_-

Comeback!

Akhirnya setelah sekian abad gua posting juga wuhuuu *tebar bunga dimana-mana*. At first, malam semuaaaaa :D gimana kabar? pasti pada baik semua kan, wong bisa baca postingan perdana gua di tahun 2011 ini, ya kan? *pede kumat* Oke sebenernya gua gatau harus berkata-kata apa, terlalu banyak kejadian yang gua alami akhir-akhir ini, sampe gua sendiri lupa, haha. Sambil menunggu inspirasi datang, mending kita balik ke beberapa hari yang lalu―dimana gua sebagai siswa SMA 65 harus ikut UTS! Sehari 4 pelajaran bow! Mau jadi apa nilai-nilai gua-_-? Semingguan itu gua dijejali berbagai macam soal yang pasti lebih serem dari apapun yang ada di dunia ini. Finally, kalo kalian tanya gimana hasilnya?! Dengan liat tampang gua pasti langsung tau deh, sumringah dicampur rasa frustasi, cuma gua doang yang punya tampang kaya gitu, aha-_- Gua memutuskan buat ngeblog lagi karna... kangen banget sama masa-masa dimana jari-jari gua menari diatas keyboard dan mengetikan pengalaman unik tak terlupakan yan...